• Beranda
  • Media
  • Berita

Pelatihan dan Workshop Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Angklung

Diposting Oleh : admin
Jumat, 10 September 2021

Dalam rangka upaya pelestarian dan pengkajian Kota Bandung sebagai Kota Angklung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai leading sector mengadakan Pelatihan dan Workshop Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Angklung dengan tema Bandung sebagai Kota Angklung. 

Kota Bandung memiliki gelar sebagai Kota Angklung dengan panjangnya nilai budaya yang ada, dimulai dari nilai sejarahnya, nilai tokoh-tokoh kesenian yang membawa nama angklung ke panggung dunia, faktor ekonomi yang mendukung produktivitas alat musik angklung semakin meningkat, hingga ke tingkat pendidikan yang dimulai dari sekolah dasar sampai perguruan tingginya memiliki pertautan dengan praktik bermain alat musik angklung.

Kegiatan pelatihan ini telah dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali, pada tanggal 15 Juni 2021 di Hotel California dan 31 Agustus 2021 di Hotel Horison.

Materi yang disampaikan pada Pelatihan dan Workshop Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Angklung pada 15 Juni 2021 berkenaan dengan pengenalan dan perkembangan Angklung. Materi disampaikan oleh Dr. Dinda Satya Upaja Budi, M.Hum dan Abun Somawidjaya, S.Kar., M. Sn. Kegiatan penyampaian materi, diskusi, serta tanya jawab dipandu oleh moderator yaitu Andar Danova L. Goeltom, S.Sos., M. Sc.

Sedangkan materi yang disampaikan pada Pelatihan dan Workshop Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Angklung pada 31 Agustus 2021 berkenaan dengan keberlanjutan Angklung di Kota Bandung dalam perspektif ekonomi, sosial, budaya, serta pendidikan dan terbarukan. Materi ini disampaikan oleh Prof. Dr. Arthur Supardan Nalan, S.Sen., M.Hum dan Dr. Rita Milyartini. Kegiatan penyampaian materi, diskusi, serta tanya jawab dimoderatori oleh moderator yaitu Andar Danova L. Goeltom, S.Sos., M. Sc.

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh/akademisi/budayawan, pelatih, pengrajin, dan lingkung seni/asosiasi/perkumpulan. 

Diharapkan kedepannya Pemerintah Kota Bandung (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung) bisa terus mengembangkan aktivitas kesenian angklung, dari tingkat kemahiran, pendidikan, aktivitas, industri, produsennya di lapisan masyarakat. Tentunya untuk menjaga dan melaksanakan tugas dari pengembangan budaya yang ada, yaitu budaya kesenian angklung itu sendiri.