• Beranda
  • Media
  • Berita

Tes GeNose C19 mulai dilaksanakan di Bandara Husein Sastranegara

Diposting Oleh : admin
Jumat, 02 April 2021

GeNose C19 secara perdana digunakan di Bandara Husein Sastranegara (Bandung) mulai hari Kamis 1 April 2021. GeNose C19 merupakan salah satu alternatif untuk tes COVID-19 bagi penumpang pesawat selain rapid test antigen dan PCR test. GeNoSe C19 merupakan alat buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendeteksi virus corona melalui hembusan napas. Alat ini telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan Nomor Kemenkes RI AKD 20401022883.

Area tes GeNose C19 terletak di terminal keberangkatan internasional Bandara Husein Sastranegara dengan Layanan GeNose C19 dibuka pada pukul 07.00 - 15.00 WIB. Tata cara setiap calon penumpang pesawat yang ingin melakukan tes skrining COVID-19 dengan GeNose C19 terlebih dahulu harus melakukan registrasi melalui aplikasi di smartphone dan dapat dibantu oleh petugas yang ada di meja pendaftaran. Setelah itu, calon penumpang pesawat akan mendapat nomor antrean untuk pengambilan sampel napas, dan kemudian menunggu hasil keluar. Waktu yang dibutuhkan mulai pendaftaran hingga hasil tes GeNose C19 keluar cukup 10 menit.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menuturkan pelaksanaan hari pertama penggunaan GeNose C19 di Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin berjalan dengan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan. Agar tertib dan lancar, area khusus dibangun dengan 3 area utama yaitu: helpdesk pendaftaran, area tunggu, area bilik pengambilan sampel napas, dan area menunggu hasil tes keluar. Adapun di area tunggu juga terdapat petugas yang memberikan edukasi mengenai tata cara penggunaan GeNose C19 sehingga calon penumpang pesawat sudah terinformasi jelas untuk prosedur pengambilan sampel napas yang baik dan benar. Pembuangan limbah di area ini pun dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Selain itu, secara berkala juga dilakukan proses disinfeksi di seluruh area termasuk bilik pengambilan sampel napas.

Pada hari pertama, calon penumpang pesawat yang melakukan skrining COVID-19 dengan GeNose C19 di Bandara Husein Sastranegara tercatat mencapai 187 penumpang. PT Angkasa Pura II memperkirakan pada tahap awal ini jumlah pengguna GeNose C19 mencapai sekitar 10-15% dari penumpang yang berangkat.

Sesuai dengan SE Kemenhub Nomor 26 tahun 2021, penumpang pesawat dalam negeri pada masa pandemi COVID-19 wajib memenuhi persyaratan kesehatan yakni menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR atau hasil rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif tes GeNose C19 di bandara dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan untuk penerbangan menuju Bali.

Sementara itu untuk tujuan selain Bali, wajib memenuhi menunjukkan surat ketarangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimla 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimla 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif tes GeNose C19 di bandara dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.