• Beranda
  • Media
  • Berita

Pengawasan Penerapan Protokol Kesehatan Pada Usaha Jasa Pariwisata dalam Masa PPKM Kota Bandung

Diposting Oleh : admin
Minggu, 20 Juni 2021

Pada hari Sabtu, 19 Juni 2021 telah dilaksanakan kegiatan pengawasan penerapan protokol kesehatan pada Usaha Jasa Pariwisata (UJP) dalam masa Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bandung.

Kegiatan pengawasan penerapan protokol kesehatan dilakukan di beberapa wilayah di Kota Bandung, yaitu di Jl. Burangrang meliputi Martabak San Fransisco, Batagor Riri, Bakso Boedjangan, Geprek Maniak, Sagoo kitchen, Kabobs, In & Out, Ngopi Doeloe, Warunk Upnormal, Baso Malang Enggal. Di Jl. Lodaya meliput Baso Akung, Heaven, Baso Malang Langgeng, Sabana Kapau, RM Purwakarta, Warung Sunda Kahayang, Bebek Asap, Warung Lotek macan, Ayam Goreng Suharti, Mie Ayam Baso Pangsit, Warung Nasi Ibu Kismo. Di Jl. Talaga Bodas meliputi Pawon Pitoe dan Bamboo Dimsum. Di Jl. Jendral Ahmad Yani meliputi Baso Bintang Avon. Di Jl. Sunda meliputi Mie Naripan, Ayam Goreng Panaitan, Yami Yami Noodle House, Spesial Sambal Bu Eva dan di Jl. Asia Afrika meliputi Sate H.M Harris. Di Jl. LL RE Martadinata meliputi Suis Butcher, Cafe Bali, Warunk Upnormal, Kopi Jendral, Kukumama, Wong Solo, Karnivor, Nanny’s Pavillon, KFC. Di Jl. Banda meliputi Roemah Kentang 1908, Ambrogio Patisserie dan di Jl. Anggrek meliputi Ruang Dini, Fachoco, Tiramisusu, Parit, Stop n Shop, Sonne. Di Jl. Taman Pramuka meliputi Bakmi Jogja, Bakmi Ayam 181, Iga Bakar WS, Pizza Hut, Warunk Upnormal. Di Jl. Siliwangi meliputi Waroeng Steak. Di pusat perbelanjaan BIP meliputi Burger king, Raacha, Food Court, Starbucks, Es Teller 77, Mc Donald, dan Jhonny Andrean Group.

Selama kegiatan berlangsung, beberapa Usaha Jasa Pariwisata tersebut telah melaksanakan protokol kesehatan serta mematuhi aturan terkait pembatasan jam operasional yaitu pada pukul 19.00 dan kegiatan dibatasi hanya untuk layanan dibawa pulang secara langsung (take away), drive thru, melalui pemesanan secara daring dan/atau dengan fasilitas telepon/layanan antar. Namun, beberapa Usaha Jasa Pariwisata juga ada yang tidak mematuhi aturan terkait pembatasan kegiatan yaitu melakukan dine in di Restoran/Rumah Makan/Café. 

Tim pengawas melakukan teguran lisan kepada 5 (lima) pelaku Usaha Jasa Pariwisata dan pernyataan tertulis kepada 5 (lima) pelaku Usaha Jasa Pariwisata yang melanggar aturan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung terus mengimbau semua Usaha Jasa Pariwisata (UJP) agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dan ketentuan lainnya yang tercantum dalam Perwal Kota Bandung No. 61 Tahun 2021.